Pasar Uang Dibeberapa Negara
Kebijakan pasar uang di beberapa negara oleh bank sentralnya
1. European Central Bank (ECB)
Untuk melakukan kebijakan moneter dengan target stabilitas harga (price stability), European Central Bank (ECB) mengendalikan likuiditas di pasar uang serta mengendalikan pertumbuhan tingkatan suku bunga jangka pendekpasar duit . European Central Bank memakai sasaran corridor ataupun band overnight rates. Buat melakukan kebijakan moneter, piranti moneter utama yangdigunakan ECB merupakan pembedahan pasar terbuka( OPT), standing facilities, serta reserve requirements
2. Amerika Serikat (Federal Reserve)
Pasar uang di Amerika Serikat berfungsi sebagai acuan atau reference rate bagi pertumbuhan tingkatan suku bunga di pasar utama yang lain, seperti London, Frankfurt, Hongkong, Singapura. Dalam melaksanakan kebijakan moneternya, Amerika Serikat juga menggunakan tingkat suku bunga pasar uang sebagai target operasional dan sinyal kebijakan (policy rate). Federal Reserve menggunakan federal funds rate (ekuivalen dengan suku bunga PUAB- overnight rate) sebagai sasaran buat pengaruhi suku bunga jangka menengah serta panjang yang hendak berakibat kepada sasaran akhir kebijakan moneter mereka, ialah stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi, serta penyerapan tenaga kerja.
3. Inggris (Bank of England)
Di dalam memastikan kebijakan moneter, Bank of England melakukan pertemuan bulanan yang dinamakan Monetary Policy Committe (MPC). Pertemuan MPC hendak memastikan arah pembedahan pasar terbuka dengan menetapkan tingkatan repo rate (fix tender) yang jatuh tempo dua minggu bagaikan policy rate. Tidak hanya buat memastikan OPT, MPC juga tertarik untuk mengetahui ekspektasi pelaku pasar uang terhadap tingkat suku bunga masa tiba. Dengan mengetahui ekspektasi pelakon pasar, MPC hendak lebih gampang mengambil keputusan yang tepat lewat OPT menimpa arah kebijakan moneter yang harus diambil.[1]
Daftar Pustaka
Gunawan dan Wilastomo, 2006, Pasar Uang Modern, Bandung: PT. Elex Media Komputindo
Komentar
Posting Komentar