Kondisi Perekonomian Pedagang Souvenir di Pantai Pandan Sibolga-Tapteng Selama Pandemi
Hari Ke-19 Artikel mengenai Kondisi Perekonomian di Sibolga-Tapteng selama pandemi
Di kegiatan kali ini saya telah mewawancarai pedagang souvenir yang jualan di tepi pantai pandan Sibolga-Tapteng.
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan salah satu yang terkena dampak yang cukup besar setelah adanya pandemi Covid-19. Tidak sedikit yang merasakan menurunnya penghasilan bahkan sama sekali tidak mendapatkan penghasilan sampai harus gulung tikar. Hal ini menimbulkan keresahan yang sangat besar, bagaimana tidak? Penghasilan yang mereka dapat hari ini merupakan biaya makan mereka untuk hari ini juga. Selain biaya makan, mereka juga harus memikirkan keperluan pendidikan anak-anak yang sekarang memakai sistem sekolah daring sehingga membutuhkan kuota internet dalam melanjutkan pendidikannya di masa pandemi Covid-19.
Hal ini sudah di rasakan oleh seluruh daerah di indonesia. Salah satunya kota saya sendiri yaitu Kota Sibolga. Pada senin, 03 Agustus 2020 saya mencoba untuk terjun langsung kelapangan untuk melihat kondisi ekonomi masyarakat Sibolga selama pandemi ini. Ternyata hal ini juga telah di rasakan beberapa pedagang yang jualan di tepi pantai Pandan Sibolga. Sejak di umumkan bahwa Covid-19 telah ada di Indonesia sampai di umumkan aturan "Stay home" beberapa pedagang mengalami penurunan penghasilan bahkan dalam beberapa waktu dagangan mereka sempat untuk ditutup disebabkan aturan dari pemerintah daerah.
"Selama pandemi ini penghasilan sangat menurun, apalagi setelah adanya aturan stay home kami susah untuk berjualan padahal biaya hidup kami hanya dari sini. Sudah 3 bulan kami tidak berjualan dan kembali berjualan selama 1 bulan ini" kata pedagang tersebut saat saya wawancarai (Senin, 03/08/20).
Di hari besar yaitu hari raya Idul Fitri merupakan hari yang sangat ditunggu oleh para pedagang. Bagaimana tidak? Para pedagang akan mendapatkan penghasilan yang besar dari hari biasanya. Di tahun sebelumnya pantai Pandan Sibolga-Tapteng sangat banyak dikunjungi oleh wisatawan dari luar daerah. Namun di tahun ini tidak sama seperti tahun sebelumnya, terjadi perubahan yang cukup signifikan dimana sedikitnya pengunjung yang datang membuat penghasilan yang bisa didapatkan dari 100% hanya dapat 45% dari biasanya.
"Selama pandemi ini penghasilan sangat menurun, apalagi setelah adanya aturan stay home kami susah untuk berjualan padahal biaya hidup kami hanya dari sini. Sudah 3 bulan kami tidak berjualan dan kembali berjualan selama 1 bulan ini" kata pedagang tersebut saat saya wawancarai (Senin, 03/08/20).
Di hari besar yaitu hari raya Idul Fitri merupakan hari yang sangat ditunggu oleh para pedagang. Bagaimana tidak? Para pedagang akan mendapatkan penghasilan yang besar dari hari biasanya. Di tahun sebelumnya pantai Pandan Sibolga-Tapteng sangat banyak dikunjungi oleh wisatawan dari luar daerah. Namun di tahun ini tidak sama seperti tahun sebelumnya, terjadi perubahan yang cukup signifikan dimana sedikitnya pengunjung yang datang membuat penghasilan yang bisa didapatkan dari 100% hanya dapat 45% dari biasanya.
"Selama pandemi ini yang biasanya dapat penghasilan 100% menjadi 45%. Sebelum lebaran kami cuma jualan seminggu sekali dan setelah lebaran biasanya pengunjung masih tetap banyak. Tapi pengunjung yang datang berbeda dari tahun sebelumnya, biasaya pengunjung dari daerah-daerah lain banyak yang datang. Tapi ini hanya daerah yang dari Sidimpuan yang datang kesini" ucap pedagang yang jualan di tepi pantai pandan Sibolga.
Di era pandemi ini, para pedagang berharap adanya kebijakan pemerintah dalam menangani pemulihan perekonomian di Indonesia dan dapat membantu pendidikan anak-anak dalam hal sekolah daring yang membutuhkan kuota internet.
"Semoga pandemi ini cepat selesai, jadi kami bisa tenang karena peghasilan kami juga dari sini untuk memenuhi kebutuhan kami" ujar kembali pedagang tersebut.
Hal ini menimbulkan keresahan dan kesulitan yang dirasakan para pedagang yang jualan di tepi pantai Sibolga selama pandemi ini. Dan cepat berakhirnya pandemi ini juga merupakan harapan yang sangat besar bagi para pedagang di Sibolga.
#KKLDRIAINPADANGSIDIMPUAN2020
#H-19



Mantul fit
BalasHapus