Bagaimana Kondisi Nelayan Sibolga-Tapteng selama pandemi?

 Hari Ke-21 Bagaimana Kondisi Nelayan Sibolga-Tapteng selama pandemi?

        Diartikel sebelumnya kita telah mengetahui Kondisi Perekonomian Pedagang Cendra Mata di Pantai Pandan Sibolga-Tapteng Selama Pandemi. Di artikel kali ini akan membahas bagaimana kondisi nelayan Sibolga-Tapteng selama pandemi.

        Sibolga adalah satu satu kota madya di sumatra utara yang terletak di pantai barat pulau sumatra. Sibolga-Tapteng terkenal dengan wisata pantai nya sehingga tidak di pungkiri Sibolga-Tapteng dikatakan sebagai pesisir pantai. Mata pencaharian masyarakat Sibolga-Tapteng adalah nelayan. 

        Ikan yang didapatkan para nelayan sebagian akan di ekspor ke luar negeri dan sebagiannya lagi akan di jual di Sibolga-Tapteng. Ikan yang akan di ekspor keluar negeri diantaranya ikan tuna terutama jenis Tuna Mata Besar (Big Eye Tuna), Madidihang (Yellowfin Tuna), Albacora (Longfin Tuna), dan Cakalang (Skipjack Tuna), ada juga ikan Swallow, ika Hiu dan lain-lain. Ikan akan di ekspor sampai puluhan ton. 

        Namun belakangan ini, pendapatan nelayan menurun. Bukan hasil tangkapan ikan yang berkurang namun penghasilan dari penjualan ikan mengalami penurunan drastis akibat tidak adanya pengeksporan ikan keluar negeri. Hal ini terjadi setelah diberitakan adanya virus Covid-19, pengeksporan pun turun drastis.
"Bukan hanya didarat aja yang mengalami kesulitan di laut juga begitu, harga ikan laut sudah drastis menurun seperti penjualan ikan swallow pun sudah setengah harga yang biasa 1 juta keatas, sekarang banyak tokke ikan yang harus tertanam modal karena pegeksporan ikan pun harus di tunda. Hal ini menyebabkan penghasilan nelayan pun menurun sedangkan keperluan mereka masih tetap harus di penuhi.
"Penghasilan kami cuma ini, keluarga kami menunggu kedatangan kami berharap membawa uang untuk keperluan sehari-hari seperti makan dan pendidikan anak-anak juga. Kebutuhan yang harus dipenuhi tetap ada sedangkan penghasilan mengalami penurunan" kata salah satu nelayan lainnya yang juga merasakan kegelisahan.

        Para nelayan akan berlayar selama 2-4 minggu untuk mendapatkan ikan, kemudian kembali kedarat setelah mendapatkan ikan. Namun jika mereka telah memenuhi ikan yang telah ditargetkan mereka akan kembali ke darat sebelum 2 minggu. Begitulah kegiatan para nelayan. Penghasilan yang didapatkan nelayan bisa mencapai 2 juta lebih, namun sekarang jauh dari itu.
"Yang biasanya bisa mendapatkan 2 juta lebih, sekarang cuma bisa mendapatkan 1 juta terkadang kurang dari itu" ucap nelayan.

         Untuk bertahan hidup sebagian nelayan memilih menjual sebagian ikan di wilayah Sibolga-Tapteng.

#KKLDRIAINPADANGSIDIMPUAN2020

#H-21


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Cara Cuci Tangan Yang Benar Sesuai Standar WHO

5 Mitos Virus Covid-19